| Gambar ilustrasi |
Mempunyai anak keturunan yang dapat menjadi generasi penerus adalah harapan dan sebuah impian setiap pasangan, Bahkan memiliki keturunan menjadi salah satu tujuan dari sebuah pernikahan. Di masyarakat bisa kita lihat, bila ada sepasang suami istri yang belum lama menikah selalu yang ditanyakan pertama kali oleh keluarga, teman dan kerabatnya adalah “sudah punya momongan atau belum”. Ini pertanyaan yang sangat berat untuk dijawab oleh seorang pasangan yang belum mempunyai keturunan.
Ajaran
memiliki anak yang baik atau soleh dan soleha ini banyak disampaikan di dalam
Al-Qur’an melalui beberapa ayat yang mengisahkan para nabi yang memanjatkan doa
kepada Allah agar diberi anak dan keturunan yang baik. Doa-doa itu telah dipanjatkan
oleh Nabi Ibrahim, Nabi Zakariya, dan orang salih dan alim lainnya. Di antara
doa-doa itu adalah:
رَبِّ
هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Rabbi hab lî minas shâlihîn
Artinya: “Ya
Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih.”
Konon doa ini
sudah sering dan selalu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim sejak beliau masih
lajang, belum menikah.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa
dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lil muttaqîna imâmâ
Allâhumma
bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ
birrahum
Artinya: “Ya
Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka
(dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan
mereka.”
Doa-doa
seperti ini sangat perlu untuk selalu dipanjatkan kepada ALLAH SWT oleh setiap
orang tua, agar generasi penerusnya menjadi generasi penerus yang soleh dan
soleha, yang bekualitas baik lahir maupun batin, menjadi manusia mulia dan
memuliakan kedua orang tua di dunia maupun akherat kelak. Semoga bermanfaat.
sumber: nuonline
Tidak ada komentar:
Posting Komentar